Dengan menyebut NamaMu ya Allah, Ar Rahman Ar Rahim...
Termahsyur Engkau ya Allah, dengan segala puji-pujian
Allah Allah Allah, Tuhanku, ingin selalu kusebut NamaMu
kusebut dan terus kusebut dalam setiap nafas hidupku
Tuhan, Engkau lah segala-galanya bagiku...
Dengarlah, Tuhan...
aku mengisahkan, AnugerahMu yang terindah
yaitu CINTA
Malam itu, kekasihku bertanya kepadaku,
"Maukah kamu kunikahi secara ruhani?"
ku jawab, "aku bersedia".
Lalu ia bertanya, "Mahar apakah yang kamu minta?"
"Maharnya adalah Alhamdulillah, SEGALA PUJI bagi Tuhanku", jawabku.
Iya Tuhan. Pujian semesta. Pujian seluruh makhluk bagiMu,
kujadikan sebagai maharku.
Pujian yang tercurah padaMu,
di tiap detik dan segenap penjuru,
adalah bayaran atas maharku dengan tuntas.
Setiap pujian itu SEMOGA menjadi DOA bagi pernikahanku dengan kekasihku,
menjelma RahmatMu dalam hidup kami.
Insya Allah, selagi Engkau dipuji, di dunia dan akhirat
sepanjang itu pula semua itu akan mengalir
INSYA ALLAH.
Lalu kekasihku bertanya lagi:
"Tidakkah ada yang lain?"
dan kujawab, "Bacakan Surat Ar Rum: 21 untukku"
ia pun mengakhiri pinangannya dengan kata, "INSYA ALLAH"
Sengaja ku petik satu ayat FirmanMu
dan kujadikan mahar kedua bagi pernikahanku.
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu
ISTRI-ISTRI dari JENISMU SENDIRI, supaya kamu cenderung dan merasa
TENTRAM kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa KASIH dan SAYANG.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat TANDA-TANDA
bagi kaum yang BERPIKIR."
Kalimat IndahMu itu ya Allah menjadi mahar suci bagiku,
pengingat Kebesaran dan KekuasaanMu.
Selagi terpelihara KalimatMu, maka INSYA ALLAH akan terpelihara pula
cinta kasih kami yang terbayar olehnya. Aamiin.
Maka Tuhan, sejatinya, tiada aku menikah,
melainkan dengan Kekasih Sejatiku sendiri,
itulah DiriMu ya Allah, yang merengkuhku...
Aku mencintaiMu... dan mencintainya karenaMu.
~ 5 September 2011 ~