Sabtu, 04 Februari 2012

Kisah Cinta (1)

Akan kukisahkan
Kisah cintaku sebagai istri kedua :
*
Tak tahu harus kuceritakan dari mana
Awal perjalanan cinta ini
Cinta yang begitu rumit
Yang tak banyak*orang memahaminya
*
Semua ini bukan berawal sejak ia menikahiku
Mungkin sudah sejak aku jatuh cinta kepadanya
Atau sejak aku mengenalnya
Bahkan sebelum kita bertemu rupa
Aku mengenalnya (suamiku) melalui cerita-cerita sahabatku tentang kekasihnya
Ya, suamiku adalah kekasih sahabatku
Atau lebih tepatnya suami sahabatku
Yang sekarang, alhamdulillah, aku pun telah menjadi istrinya
*
Aku mengenalnya dari cerita sahabatku, Dian
Cerita demi cerita itu semakin sering kudengar setiap hari
Kisah cinta mereka
Permasalahan-permasalahan didalamnya
Yang hanya padakulah Dian menceritakannya
Meski belum begitu terjal liku liku pada saat itu
*
Aku sendiri juga tak tahu
Kenapa aku yang dipercayainya untuk mendengarkan semua itu
Dan untuk menyimpan rapat-rapat rahasia di dalamnya
Namun, satu yang kita yakini bersama,
Bahwa kita ini SAUDARA,
Meski tetap berbeda, namun kita ini SATU
Entah kebetulan atau apa,
kita memang sudah ”didekatkan’ sedari dulu
sejak pertama masuk kuliah, meski kita tak menyadarinya
*
pada saat kisah-kisah itu ia percayakan padaku
mungkin pada saat itulah Allah menghendaki kita semakin menyatu
atau mungkin sudah tertulis di suratan takdir
bahwa kita adalah SAUDARA SEJIWA
*
aku pun sangat menikmati kisah-kisahnya
kisah yang unik bagiku dan memberi banyak pelajaran
bahkan menjadi kesenangan bagiku mendengarkannya
dan keeratan persahabatan kita,
semua tak lepas juga dari pengajaran yang ditanamkan kekasihnya
pada kita...
*
Ya Allah, dalam hati ku berkata
Begitu mulia sosok laki-laki dalam kisah ini, kisah cinta sahabatku
Kepribadian dan akhlaknya
Keteguhannya dalam menegakkan agamanya
Kecerdasannya, kebijaksanaannya
Tak kusadari ada rindu dihatiku
Pada sosok seorang laki-laki dalam hidupku
20 tahun aku menutup diri,
Tak ingin dijamah lelaki
Meski beberapa cinta semu pernah kulalui
Karna ingin kupersembahkna diri ini
Untuk lelaki pertama dan terakhir dalam hidupku
Suamiku, imamku, di dunia dan di akhirat
*insyaAllah*

Tak pernah kusangka
Bahwa lelaki yang selalu diceritakan sahabatku inilah
Yang membuka pintu rindu itu
Rindu akan belahan jiwa
Kerinduan pada kekasih hati
Namun belum berani kumenilai apa yang kurasakan
Hanya dalam hati, kuberdoa
Semoga kelak kudapatkan lelaki sepertinya
Apa aku hanya kagum dengan kemuliaan lelaki ini
Kemuliaan seorang lelaki, yang semakin lama kumengenalnya,
kudapati, bahwa ia adalah kekasihNya
Karena dia bukan laki-laki biasa
Dia laki-laki yang terpilih, menjadi kekasih yang dicintaiNya
Ya Allah, bagaimana bisa, ada semacam tarikan darinya
Yang begitu halus, tanpa penolakan di hatiku
Yang saat ini, bisa kukatakan, aku sudah terseret dalam tarikan itu
Ikatannya kuat dan tak mungkin bisa kulepas
Apakah ini dari Tuhan???
Atau hanya sebuah kesalahan dan kebodohan???

Apakah ini memang sudah suratan takdir
Atau memang hanya sebuah kebetulan semata
Kudapati kabar dari sahabatku Dian
Bahwa kekasihnya, mas Sulaiman *ya, namanya adalah Sulaiman*
Ingin mengenalku
Ada sedikit tanya dalam hati
Kenapa ingin mengenalku
Kenapa ingin berteman denganku
Ahh, tapi segera kutepis pikiran itu
Apa salahnya berteman dengannya
Yang kuyakini akan membawa kebaikan
*
Jadilah ia meneleponku untuk yg pertama kalinya, malam itu
Memang tak ada rasa yang kurasakan saat itu
Tidak juga dengan pikiran yang aneh-aneh
Namun, kenapa aku sedikit deg-degan
Mungkin baru pertama kenalan
Apalagi ia menggunakan bahasa jawa yang kental
Berbicara padaku dengan kromo inggil
Kucoba buang jauh-jauh deg-degan yang menguntit
Mulailah bercakap seadanya, dengan campuran tawa
Ya, saat itulah, aku pertama kali berbicara dengannya
Dan juga saat yang mengawali silaturahmi selanjutnya
Sms-sms mengiringi di kemudian harinya
*
Dari sms-sms itu
Ia mengajari banyak hal
Tentang ilmu-ilmu
Tentang hidup
Dan tentang mengenal Tuhan
Ya, dialah orang yang mengajariku pada Ketauhidan
Dapat kurasakan niat baiknya
Bahwa siapa yang dikenalnya
Adalah semata-mata untuk mengikat tali silaturahmi karena Allah
Tak pernah sedikit pun, kata-kata yang dikirimkannya tidak bermanfaat
Semua penuh makna
Meski saat itu aku sulit memahami kata-katanya
Yang kuanggap tingkat tinggi bahasa
Penyair barangkali, atau seorang bijak lebih tepatnya
Dari sana tergambar keluasan ilmunya
Tergambar pula ketinggian budinya
Oohh, ada gembira dihatiku
Entah karena apa

~24 Oktober 2011~

Minggu, 06 November 2011

Hari Pernikahan

11 Oktober 2011
Segala Puji bagi Allah
Maha Suci Allah
Hari ini adalah hari pernikahanku
Allah sebagai Waliku
dan semesta sebagai penyaksinya
kekasihku meminangku langsung kepadaNya
Dzat yang memilikiku seutuhnya

aku dan kekasihku pun berdoa
semoga ikatan ini abadi selamanya

Selasa, 27 September 2011

Jalan Terjal

Ya Allah, jalan ini hendak aku lalui.
Mungkin aku gila, mungkin aku tidak waras.
Di hadapanku, panah-panah fitnah siap untuk menghujam jantungku.
Hina dan cela siap mendampingiku.
Aku akan menjadi manusia rendah di hadapan banyak orang.
Tuhan, mungkin takkan cukup tangisku untuk menggambarkannya.
Namun, jika untuk bertemu denganMu,
aku harus jatuh terkulai,
aku harus menerjang badai,
aku harus berjalan di atas duri dan pecahan kaca
hingga kakiku berdarah-darah
tubuhku remuk redam, dihujam panah membara
Maka, kuserahkan diri hanya kepadaMu Ya Allah.
Berikanlah aku daya dan kekuatan.
Berikanlah aku ketabahan dan kesabaran
Berikanlah aku keihklasan.
Jadilah pelindung bagiku, saat tak ada yang melindungiku
Jadilah penjaga bagiku, saat semua membiarkanku
Jadilah pengasih bagiku, saat tak ada yg berbelas kasih padaku 
Engkau sebaik-baik Penolongku...

Kamis, 08 September 2011

Mahar Cinta yang Abadi

Dengan menyebut NamaMu ya Allah, Ar Rahman Ar Rahim...
Termahsyur Engkau ya Allah, dengan segala puji-pujian
Allah Allah Allah, Tuhanku, ingin selalu kusebut NamaMu
kusebut dan terus kusebut dalam setiap nafas hidupku
Tuhan, Engkau lah segala-galanya bagiku...
Dengarlah, Tuhan...
aku mengisahkan, AnugerahMu yang terindah 
yaitu CINTA

Malam itu, kekasihku bertanya kepadaku, 
"Maukah kamu kunikahi secara ruhani?"
ku jawab, "aku bersedia". 
Lalu ia bertanya, "Mahar apakah yang kamu minta?"
"Maharnya adalah Alhamdulillah, SEGALA PUJI bagi Tuhanku", jawabku.

Iya Tuhan. Pujian semesta. Pujian seluruh makhluk bagiMu, 
kujadikan sebagai maharku.
Pujian yang tercurah padaMu,
di tiap detik dan segenap penjuru, 
adalah bayaran atas maharku dengan tuntas.
Setiap pujian itu SEMOGA menjadi DOA bagi pernikahanku dengan kekasihku,
menjelma RahmatMu dalam hidup kami.
Insya Allah, selagi Engkau dipuji, di dunia dan akhirat
sepanjang itu pula semua itu akan mengalir
INSYA ALLAH.

Lalu kekasihku bertanya lagi:
"Tidakkah ada yang lain?"
dan kujawab, "Bacakan Surat Ar Rum: 21 untukku"
ia pun mengakhiri pinangannya dengan kata, "INSYA ALLAH"

Sengaja ku petik satu ayat FirmanMu
dan kujadikan mahar kedua bagi pernikahanku.
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu
ISTRI-ISTRI dari JENISMU SENDIRI, supaya kamu cenderung dan merasa 
TENTRAM kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa KASIH dan SAYANG. 
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat TANDA-TANDA 
bagi kaum yang BERPIKIR."

Kalimat IndahMu itu ya Allah menjadi mahar suci bagiku,
pengingat Kebesaran dan KekuasaanMu.
Selagi terpelihara KalimatMu, maka INSYA ALLAH akan terpelihara pula
cinta kasih kami yang terbayar olehnya. Aamiin.
Maka Tuhan, sejatinya, tiada aku menikah, 
melainkan dengan Kekasih Sejatiku sendiri, 
itulah DiriMu ya Allah, yang merengkuhku...
Aku mencintaiMu... dan mencintainya karenaMu.


~ 5 September 2011 ~





Senin, 22 Agustus 2011

SPECIAL MOMENT

The Special Moment for me

Segala Puji bagiMu, Ya Allah
Itulah saat pertama, aku mencium tangannya,
layaknya seorang istri terhadap suami.

Itulah saat pertama aku duduk berdua dengannya
seperti sepasang kekasih.

Itulah saat pertama,
Mata kami saling memandang begitu dekat
seperti ada 'tarikan' yang mengikat

Itulah saat pertama, aku diboncengnya

Itulah saat pertama,
diriku jalan berdampingan dengannya
walau hanya beberapa langkah
seperti aku adalah bagian dari dirinya

Itulah saat pertama, kencan kami berdua
di Taman Kasih SayangNya

Segala Puji bagiMu, Ya Allah
yang menanamkam Cinta Kasih pada jiwa
hamba-hambaMu
sebagai manifestasi dari Cinta KasihMu

Ya Rabb, ridhoilah ikatan ini
Berkahi dan rahmati...
Cinta ini, kami persembahkan hanya untukMu

~ 21 Ramadhan 1432H ~


Aku Masih Di Sini

Meski hanya terdiam sendiri, aku masih ingin di sini
Beralaskan tanah, beratapkan gugusan bintang di langit
Di bawah terang Purnama yang cahayanya menerpa rambutku 
hingga berkilauan
Aku seolah dialiri KeindahanNya, ah, ada ada saja.
Hhmmm, entah apa yang hendak kulakukan?
Namun, seperti ada yang tak ingin kulewatkan.
Bercengkrama dengan angin yang menyapa,
dengan dedaunan yang hendak terlelap dalam tidurnya.
Sesekali dengan burung yang masih juga berkeliaran tengah malam
Atau dengan Rembulan yang senantiasa tersenyum kepadaku
atau malah menertawakanku? Entahlah,
sepertinya mereka tau sesuatu
tentang sekelumit kisah, Kisah Agung kukira.
Ataukah kisah malam, di mana sunyi tak berarti mati.
Ya, hingga saat ini, aku belum beranjak pergi.
Aku masih di sini...


~ 15 Ramadhan 1432 H ~

Sentuhan Pagi

Sentuhan pagi...
Burung-burung terbang memadu Kasih
Kicaunya bagai nyanyian tasbih memecah sunyi

Bunga-bunga tak mau kalah,
mereka pun menegakkan mahkotanya
Rupa warna meneteskan butir-butir Cinta
Dan merebahlah embun ke tanah

Udara menyusupi relung-relung kehidupan
Seumpama siulan tanpa tiupan
Dengarlah,,
Lantunan 'ayat' tak bersuara
Indah, menampakkan KeagunganNya